Merilis Sejarah Krakatoa Purba 1883 - 2018

Banten, (LBISejarah Krakatau Purba yang asal ceritanya adalah Gunung Batuwara, mengingatkan bangsa ini, sebagai gunung yang menghasilkan ledakan terdahsyat pada tahun 1883, terdengar sampai Jepang dan pesisir Amerika, Alice Springs Australia, dan pulau Rodrigues dekat Afrika, dengan jarak tempuh sekitar 4.653 km.
 
Ledakan Krakatau Purba tersebut, setara dengan 30.000 bom atom yang meluluh lantakan Hiroshima - Nagasaki, pada akhir Perang Dunia II.

Efek ledakan dahsyat tersebut mengakibatkan, terpecahnya pulau Jawa dan membentuk pulau baru, yang kita kenal sebagai Sumatra saat ini.

Cerita diatas tersebut juga merujuk pada teks Jawa Kuno, yang bernama "Pustaka Raja Purwa", yang diperkirakan pada 1416 M, yang isinya sebagai berikut: "Ada suara Guntur menggelegar, yang berasal dari gunung Batuwara, Ada pula guncangan bumi yang menakutkan, Kegelapan total, Petir dan kilat, Kemudian datang petir dan angin hujan yang mengerikan, Dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia".

Merujuk dari fakta sejarah Krakatau purba itu, Pemkot Cilegon menggelar kembali acara, untuk memperingati HUT Kota Cilegon yang ke 19, dengan tema "SAIL to KRAKATAU untuk yang ketiga kalinya. 

Dermaga IV pelabuhan Merak - Banten, kembali menjadi titik dimulainya perjalanan menuju Anak Gunung Krakatau, dan tentunya para peserta acara difasilitasi dengan menggunakan kapal Feri milik PT ASDP, persis seperti tahun-tahun sebelumnya.

Acara yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan ini, termasuk terlihat dalam rombongan, yaitu hadirnya Kadispar Provinsi Banten Eneng Nurcahyati beserta keluarga, terlihat begitu antusias, saat mulai menaiki kapal yang akan membawa mereka menuju destinasi lokasi Anak Gunung Krakatau yang dituju.

Dari pantauan Laman Berita, para peserta kegiatan tentunya tidak akan bosan, karena penyelenggara kegiatan, menyuguhi peserta dengan hiburan musik dan berbagai suguhan kuliner. ada beberapa tenant pendukung acara, seperti: booth Djarum Coklat, Nestle, Indomaret, dan Nescafe.
 
Seperti yang kita ketahui, akibat ledakan dahsyat Krakatau Purba atau Gunung Batuwara tersebut, saat ini menyisakan pulau Sartung, pulau Panjang, Pulau Rakata dan Anak Krakatau,  yang sekarang membetuk gugusan pulau. Yang patut juga diketahui, sampai saat ini Anak Gunung Krakatau, terus tumbuh 6 meter di setiap tahunnya.

Setelah menikmati perjalanan yang memakan waktu sekitar 3-4 jam, akhirnya para peserta kegiatan Sail to Krakatau, di suguhi pemandangan yang luar biasa, yang mungkin saja selama ini, hanya bisa dinikmati dilayar kaca atau berselancar di dunia maya.
Setelah puas mengabadikan Anak Gunung Krakatau dari dekat, akhirnya acara Sail to Krakatau 2018 berakhir.

Sekedar mengingatkan masyarakat, dengan adanya  kegiatan ini, seyogyanya kita jadikan gambaran bahwa, begitu banyaknya kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, salah satunya Anak Gunung Krakatau sebagai Kekayaan Indonesia, yang sudah menjadi salah satu Destinasi Wisata Dunia.

Salam Pariwisata Nusantara
Kembali ke Kearifan Lokal
Sejatinya, Kearifan Lokal justru mengakselerasi
Modernisasi ke arah yang lebih sehat....
Bogor Sehat (Sejahtera Aman Tentram)