KH. Said Aqil Siroj Beri Masukan Pemerintah Perihal BPJS

KH. Said Aqil Siroj
Jakarta (LamanBerita) - Ketua umum pengurus besar nahdatul ulama KH. Said Aqil Siroj pemerintah agar segera membantu mengatasi masalah keuangan yang di alami badan penyelanggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan.

Menurut KH. Said Aqil, PBNU menerima informasi banyak rumah sakit yang mengeluh karena keterlambatan pembayaran asuransi yg seharus nya mereka terima dari BPJS kesehatan.

Karena BPJS mengalami DEFISIT yang sangat berat, oleh karena itu bisa menggangu stabilitas rumah sakit yg bisa berdampak negatif kalau ini tidak segera di atasi kata KH. Said aqil saat menerima direktur utama BPJS kesehatan fahmi idris di gedung PBNU jakarta kamis (26/9)

Oleh karena itu PBNU memohon kepada pemerintah agar memberi perhatian lebih kepada nasib BPJS. Jika hal ini di biarkan, maka akan berdampak negatif kepada rumah sakit, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam hal ini PBNU mendorong dan memberikan solusi, agar pemerintah menaiki cukai rokok, dan biaya asuransi BPJS dari golongan 1 dan 2, sedangkan golongan 3 di harapkan tidak naik di karenakan golongan 3 khusus untuk masyarakat bawah. (Ikhsan)

Sumber : NU CHANEL
Foto : Istimewa
Read More »

Ada Tiga Pelayanan Publik KLHK yang Raih Penghargaan Inovatif


Pelayanan publik KLHK dinilai inovatif dalam membantu masyarakat
Jakarta (LBI) - Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Karliansyah, serta Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Ruandha Agung Sugardiman hadir dalam pemberian penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri PAN-RB, Syafruddin.

SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) meraih penghargaan sebagai inovasi yang dilombakan ditingkat internasional yaitu pada kompetisi United Nation Public Service Award 2019. Sementara PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) dan SIPONGI (Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web) menjadi dua dari 99 Inovasi Pelayanan Publik terbaik di 2019 dengan menyisihkan 3.156 pendaftar dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun ini.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK, dengan terobosan pelayanan publiknya yang bernama SVLK, SIPONGI dan PROPER, meraih penghargaan Inovasi Pelayanan Publik 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Pemberian penghargaan dilakukan pada acara Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 di Hotel Gumaya Tower, Semarang, Jawa Tengah (18/7).

Program KIPP sendiri bertujuan menjaring, mendokumentasikan, mendiseminasikan, dan mempromosikan inovasi sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kompetisi ini juga sebagai apresiasi dan penghargaan bagi inovasi yang terjadi pada penyelenggara pelayanan publik. Pada 2019, KIPP mengambil tema "Inovasi Pelayanan Publik untuk Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” (dh)
Read More »

Ketua Koapgi: “Koperasi Mampu Beri Kontribusi Signifikan”

Pengurus Koapgi terus tingkatkan kinerja untuk sejahterakan anggotanya
Cengkareng (LBI) - Hari Koperasi Nasional/Harkopnas yang diperingati setiap tahunnya pada 12 Juli, dalam perjalanan sejarahnya memiliki dinamika yang penting di Tanah Air. Koperasi tetap miliki peran strategis di usianya ke-72 tahun. Bahkan saat krisis moneter menerpa dalam negeri, terbukti koperasi, usaha mikro kecil dan menengah/UMKM tetap bisa eksis dan menuoi untung.


Seperti halnya Koperasi Awal Pesawat Garuda Indonesia/Koapgi yang hadir diantara karyawan maskapai nasional penerbangan ini sejak 2000. Cikal bakal berdirinya memang dipelopori karyawan udara yang tergabung dalam profesi awak kabin Garuda Indonesia atau umum mengenalnya Pramugara/i. Ketika itu namanya Koperasi Awal Kabi Garuda Indonesia/Kokagi. Lalu setahun kemudian meluas keanggotaannya dan namanya menjadi Koapgi. Karyawan darat pun kini banyak menjadi anggota Koapgi. IM baru-baru ini berkesempatan bincang singkat dengan Ketua Koapgi Rimond B. Sukandi, yang juga mantan Awak Kabin Garuda Indonesia. Berikut wawancaranya:


Rimond B. Sukandi Ketua Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia/Koapgi

IndonesiaMandiri/IM. Apa makna peringatan Hari Koperasi tahun ini?

Rimond B. Sukandi/RBS. Harkopnas menjadi momentum bagi para pelaku Koperasi untuk membuktikan Koperasi mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia, meskipun kehadiran nya saat ini belum di kembalikan pada kedudukan yang setara dengan badan hukum lainnya dalam kontestasi perekonomian Indonesia.


IM. Sebagai Ketua Koapgi, apa yang ingin dikedepankan sambut era koperasi di era digital 4.0?

RBS. Tentunya dalam era saat ini Koapgi mesti mengikuti jaman digital 4.0 yang telah mampu mempermudah pergerakan kegiatan khususnya Koperasi. Semua lini kita tingkatkan, utamanya sumber daya manusia di pengurus Koapgi.


IM. Kendala dan tantangan koperasi di indonesia saat ini serta kedepan apa?

RBS. Kendala yang dihadapi Koperasi saat ini adalah kurangnya regulasi yg mengatur bahwa Koperasi memiliki Indepedensi atau perlakuan khusus terhadap kewajiban dalam kegiatannya, khususnya di sektor pajak yang harusnya berbeda dengan usaha-usaha badan hukum lainnya. Tantangan Koapgi adalah bagaimana meyakinkan karyawan di lingkungan PT. Garuda Indonesia bahwa Koperasi yang merupakan Wadah Usaha Gotong Royong ini mampu sejahterakan anggotanya sehingga Koperasi setara dengan PT yang selama ini tidak memberikan kesejahteraan bagi anggota Koperasi yang notabene adalah karyawan (ma). Foto: Istimewa 'Indonesia Mandiri'
Read More »

Dosen dari Kabupaten Bogor yang "Berkearifan Lokal"

Fifi Hanafia SE MM, di Filipina
Bogor (d'MonitorFifi Hanafia, SE, MM adalah Dosen Tetap STIE Pelita Bangsa dan Dosen Luar Biasa STIE Kalpataru. Baginya, profesi dosen adalah cita-citanya sejak kecil. Profesinya sebagai dosen, telah dijalani sejak tahun 2014. Mata kuliah yang disampaikan adalah, Pengampuh Manajemen Strategi, Hubungan Internasional, dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Menurutnya, tugas dosen bukan hanya "mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai budaya yang berkearifan lokal dan nilai-nilai agama. 

Hubungan Dosen dan Mahasiswa terlihat Guyub
"Kepada mahasiswa, saya tanamkan nilai budaya yang Berkearifan Lokal. Antara lain: cinta kepada Tuhan, alam semesta, disiplin, tanggung-jawab, hormat dan santun, berempati, kreatif, keadilan, toleransi dan persatuan", ujarnya

Dikalangan mahasiswa, Fifi Hanafia dikenal sebagai seorang dosen yang  disiplin, dan seringkali hadir pada kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa. Tak heran, hampir seluruh mahasiswa STIE Pelita Bangsa dan STIE Kalpataru mengenalnya.

Walau ia dikenal sebagai dosen yang disiplin, dan biasanya dosen disiplin identik dengan dosen galak... Tidak demikian dengan Fifi Hanafia, dengan pendekatan kearifan lokal, is selalu pandai menempatkan kapan harus tegas, dan kapan harus menjadi seorang teman, bagi mahasiswanya...

Sebagai seorang dosen, dirinya terus meningkatkan keilmuannya. Saat ini, sedang mengambil program Doctor of Business Administration di The Philippine Women's University. Program Doctor ditempuhnya bukan semata untuk dirinya pribadi, namun lebih pada bagaimana ia bisa lebih berbagi pengetahuan kepada mahasiswanya kelak. (AP & SSM)
Read More »
Kembali ke Kearifan Lokal
Sejatinya, Kearifan Lokal justru mengakselerasi
Modernisasi ke arah yang lebih sehat....
Bogor Sehat (Sejahtera Aman Tentram)